Doa sayyidul istighfar: doa minta ampun yang paling besar. Cerita ini dimulai saat saya mengikuti sholat tarawih dan witir berjama’ah malam ke-27, bulan Ramadlan lalu (1429 H), disalah satu masjid dekat kompleks makam Sunan Ampel Surabaya, tepatnya di STIAI Ali bin Abi Thalib.

Sholat tarawih di Ma’had Ali waktu itu pake do’a Qunut. dan salah satu doa yang dibaca oleh si Imam, yang membuat hati saya bergetar dan berdegup kencang, adalah Doa Sayyidul Istighfar. Saya penasaran dengan doa tersebut. Alhamdulillah, selama masa pencarian yang kurang lebih memakan waktu sekitar 3 minggu itu, akhirnya saya menemukan panjatan doa yang dikumandangkan oleh Imam sholat tarawih pada waktu itu.

saya menemukan doa Sayyidul Istighfar di buku kumpulan ayat-ayat Al-Quran Juz 30 (atau lebih dikenal dengan Juz ‘Amma), pada topik Berbagai Doa Pilihan dibagian akhir buku tersebut. Dan saya baru tau kalo sebutan doa tersebut adalah Doa Sayyidul Istighfar ya pas lihat buku Juz ‘Amma itu. Subhanallah, memang dan sungguh dahsyat Doa Sayyidul Istighfar tersebut.

Doa Sayyidul Istighfar

Doa Sayyidul Istighfar

Artinya: “Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku, yang tiada Tuhan yang pantas disembah melainkan Engkau.yang telah menciptakan diriku. Aku adalah hamba-Mu, dan aku berada dalam perintah dan perjanjian-Mu, yang dengan segala kemampuanku perintah-Mu aku laksanakan. Aku berlindung kepada-Mu dari segala kejelekan yang aku perbuat terhadap-Mu. Engkau telah mencurahkan nikmat-Mu kepadaku, sementara aku senantiasa berbuat dosa. Maka ampunilah dosa-dosaku. Sebab tidak ada yang dapat mengampuni dosa kecuali Engkau. “

Berdasarkan informasi yang telah saya dapatkan, bahwa do’a tersebut diambil dari shahih Bukhari dan tercantum pada bagian akhir buku Bulughul Maram. Doa ini disarankan dibaca setiap pagi dan sore.

Rasulullah SAW menjelaskan: barang siapa membaca doa ini setiap sore, dan apabila malam harinya ia meninggal, maka berhak masuk surga. Dan barangsiapa membaca doa ini setiap pagi hari, dan apabila siang harinya ia meninggal, maka berhak masuk surga. (HR. Bukhârî dan Muslim dari Syadad bin Aus).

yaa, itung-itung buat kita siap2 dengan kematian saja. Meninggalnya seseorang kan sapa yang tau, kecuali Allah SWT.

Wallahu a’lam bish-Showab.

About these ads