coba.jpg

Ilmu Nahwu : adalah ilmu yang membahas tentang kebenaran susunan kalimat serta perubahan pada I’rab. Tau artinya I’rab ? I’rab itu berubahnya harakat akhir dari suatu kalimat baik secara lafadz maupun perkiraannya, berubahnya harakat tersebut dikarenakan adanya amil yang masuk dalam kalimat tersebut.

Contoh : lafadz ALLAH, jika berdiri sendiri maka harakat akhirnya dibaca dengan bunyi u atau dikasih dlommah. sekarang perhatikan lafadz BILLAAHI. Lafadz Allah, harakat akhirnya dibaca i atau kasroh karena ada huruf/amil yang masuk, yakni huruf BI.

Ilmu Sharaf : Ilmu yang membicarakan tentang berubahnya suatu kalimat dari bentuk yang satu ke bentuk yang lain untuk menemukan arti yang diinginkan. Satu kalimat dalam bahasa Arab bisa menjadi ratusan perubahan serta mempunyai makna yang berbeda-beda.

Contoh : Dari satu kata kerja Fa’ala, bisa dicari bentuknya hingga arti yang diinginkan bisa ditemukan. Perhatikan :

فعل

يفعل

فعلا

مفعلا

فاعل

مفعول

افعل

لاتفعل

مفعل *2

مفعل

افعل

يفعل

 

Oke….

dari satu kata Fa’ala saja sudah ada  12 perubahan kata. Dan pastiny, per kata memiliki makna yang berbeda-beda.

Ilmu Sharaf ini terdiri dari dua bagian :

  1. Qiyas Dilalah : artinya kalimat yang menunjukkan makna laki atau perempuan dengan makna mufrad (tunggal), tastniah (dua) dan jama’ (makna banyak) sehingga jelas maksud apa yang diminta.
  2. Qiyas Shighat : artinya kalimat yang menunjukkan sebuah ukuran isim atau fi’il yang telah ditentukan. Baik bunyinya maupun jumlah hurufnya sesuai bangunan kalimatnya.

Demikian pendahuluan yang bisa ane sampaikan…

Semoga bermanfaat bagi ente-ente yang ngebacanya…

Syukron Katsir…. Wallahu a’lam bis Showaab…

“Hidup itu bukanlah dimulai dari kita membuka mata sampai menutup mata lagi disetiap harinya.

Melainkan, hidup itu adalah bagaimana kita bisa lebih baik dari hari kemarin dan bisa memberikan MANFAAT/FAEDAH bagi orang lain.”

About these ads