Bendera Indonesia

Indonesia-ku, -mu, -kita semua

Indonesia sebentar lagi akan merayakan pesta demokrasi rakyat terbesar, yakni PEMILU. Pemilihan langsung tersebut terkait pemilihan Partai sekaligus pemilihan Presiden-Wakil Presiden yang akan memimpin negeri ini masa jabatan 2009-2013. Lima tahun merupakan waktu yg cukup panjang untuk bisa memberikan perubahan dan perbaikan demi keadaan Indonesia yang lebih BAIK. (semoga…Aamiin)

Tempo hari saya melihat acara disebuah stasiun tv swasta yg kebetulan acaranya tentang Presiden-presiden gitu lah. Fokus pembicaraan mengarah pada siapa yg pantas jd Presiden, yg TUA atau yg MUDA ??

waktu itu calon presiden yg diundang adalah Yusril Ihza Mahendra (pasti dah pada kenal kan) dan juga Fadjroel Rachman. Pak Yusril maju nyalonin presiden dg kendaraan Partai Bulan Bintang, sedang pak Fadjroel adalah salah satu dari dua Calon Independen (alias tanpa kendaraan) yang mengajukan diri sbgai calon Presiden pd PEMILU 2009.

Mr. Fadjroel Rachman
Mr. Fadjroel Rachman, Calon Independen Presiden RI 2009
Rizal Mallarangeng, Calon Independen Presiden RI 2009

Rizal Mallarangeng, Calon Independen Presiden RI 2009

kalau dilihat dari cara menjawab dan cara berbicara dari dua calon diatas, saya cenderung lebih setuju kepada pak Yusril, dg tidak mempermasalahkan masalah usia mengenai siapa bakal presiden negeri ini. entrah itu muda ataupun tua. ini bukan berarti saya mendukung pak Yusril lo ya. Masalahnya gini, waktu itu bung Fadjroel bilang klo beri kesempatan bagi yg lebih muda untuk memimpin negeri ini. Karena anak muda itu lebih Progresif, masih segar, Visioner, semangatnya tinggi, dll. dan masih banyak alasan lainnya yg dikemukakan oleh bung Fadjroel mengenai Presiden Indonesia klo dipegang oleh anak muda. Hati-hati lo bung, anda meng-agung2-kan anak muda, tapi ntar terpeleset dan mbleset pas jd Presiden ya sama saja. “Intine, ojok ndisiki kersane Gusti Allah….Mengko kepleset piye?? Dadi presiden kuwi ra koyok nggoreng endog. Nggur molak-malik, langsung iso dipangan.”

Memang bener sih, dulu pak Soekarno, pak Soeharto pas diangkat jadi presiden masih muda. Saya setuju sekali itu. Kenapa setuju?? Sudah jelas to kalau beliau2 itu, meskipun masih muda, sebelum diangkat jadi presiden oleh rakyat, sumbangsih bagi negeri ini itu sangat BUESAR. Bung Karno, beserta teman2nya, merupakan pemuda pelopor kemerdekaan Indonesia. Bung Harto, Berjasa besar bagi pembebasan Irian Barat. Jadi komando perang. Dan rakyat melihat itu sebagai pemberian manis bagi bangsa. Yaa, meskipun ada konflik atau problem terkait pengangkatan mereka jd presiden. Tapi itulah hidup, manis dan asem. Poinnya adalah Rakyat melihat dengan mata kepala mereka sendiri terkait sumbangsih dua tokoh revolusi tersebut. sehingga rakyat setuju dan nerima beliau2 jadi presiden.

Ringkes’e Cerito (Singkat Cerita), okelah para kaum muda ataupun tua (klo yg tua, aku setuju dg yg wajah baru), kalau anda ingin mencalonkan diri menjadi presiden RI, tunjukkan pada RAKYAT apa yg sudah anda sumbangsihkan bagi negeri ini. Tunjukkan pada RAKYAT Integritas, Intelektual, Kapabilitas anda terlebih dahulu. Kampanye ya kampanye, jangan pembodohan kepada RAKYAT saja. So, TUNJUKKAN SUMBANGSIH ANDA TERLEBIH DAHULU pada RAKYAT, baru maju jadi PRESIDEN RI. jangan cuma rencana2 strategis yg hanya tekstual dan dibibir saja yang diutarakan pada Rakyat. Janji tinggal janji, sedangkan rakyat tetap SEDIH dan MERINTIH.

DUKUNG dan SUKSESKAN PEMILU 2009!!!

SALAM REVOLUSI!!!