Lucu, ya! uang pecahan Rp. 20.000-an terasa begitu banyak bila dimasukkan ke kotak amal masjid, namun begitu sedikit bila kita belanjakan di mall atau untuk membeli
tiket Bioskop.

Lucu, ya! 45 menit terasa terlalu lama untuk berdzikir, namun betapa pendeknya
waktu itu berlalu untuk sebuah pertandingan sepak bola.

Lucu, ya! betapa lamanya 2 jam berada di Masjid, namun betapa cepatnya 2 jam
berlalu saat menitmati pemutaran film di bioskop.

Lucu, ya! sungguh susah merangkai kata untuk dipanjatkan saat berdo’a atau sholat,
namun betapa mudahnya mencari bahan obrolan bila bertemu teman.

Lucu, ya! betapa serunya perpanjangan waktu pertandingan sepak bola favorit kita,
namun betapa bosannya bila imam sholat Tarawih bulan Ramadhan kelamaan bacaannya.

Lucu, ya! susah banget baca Al-Qur’an 1 juz saja, namun novel best-seller 100
halaman pun habis dilalap dengan cepat.

Lucu, ya! orang-orang berebut posisi paling depan untuk nonton sepak bola atau
konser musik, namun berebut saaf paling belakang bila sholat jum’at agar bisa cepat
keluar.

Lucu, ya! untuk undangan pengajian kita perlu 3-4 minggu sebelumnya agar dapat
disiapkan diagenda kita, namun untuk cara lain jadwal kita gampang diubah seketika.

Lucu, ya! susahnya orang mengajak partisipasi untuk kegiatan dakwah, namun begitu
mudahnya orang berpartisipasi menyebar gosip.

Lucu, ya! kita sering begitu percaya akan apa yang ditulis koran, namun kita masih
sering mempertanyakan apa yang dikatakan Qur’an.

Lucu, ya! kita bisa ngirim ribuan jokes lewat e-mail, namun bila ngirim yang
terkait dengan ibadah harus berfikir ribuan kali.

Lucu, ya! kita mau berlama-lama dan berdesak-desakan antre tiket sepak bola atau
bioskop, namun untuk masuk surga kita maunya tanpa usaha beribadah.